
Secara umum, deposito merupakan produk penyimpanan uang yang disediakan oleh bank dengan sistem penyetoran yang dilakukan di awal serta memiliki ketentuan penarikan yang hanya bisa dilakukan sesuai dengan ketentuan penarikan yang hanya dapat dilakukan sesuai dengan jangka waktu tertentu yang telah disepakati oleh nasabah dan bank. Walaupun dana yang disetorkan hanya dapat ditarik setelah jangka waktu tertentu, deposito memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan rekening tabungan. Suku bunga yang diberikan oleh bank untuk deposito lebih kompetitif daripada tabungan biasa. Namun jika Anda memutuskan untuk menarik dana yang telah Anda depositokan sebelum jangka waktu yang disepakati berakhir, beberapa bank memperbolehkan Anda menarik dana deposito Anda namun dikenakan sejumlah penalti atau potongan yang harus Anda tanggung.
Jangka Waktu Deposito
Deposito memiliki berbagai pilihan jangka waktu simpanan yang dapat Anda pilih sesuai dengan kebutuhan dan preferensi Anda. Umumnya jangka waktu yang ditawarkan adalah mulai dari 1, 3, 6, 12 atau bahkan hingga 24 bulan. Dengan jangka waktu yang Anda pilih, uang yang Anda depositokan akan disimpan dan tidak dapat dicairkan hingga jangka waktu tersebut berakhir. Lalu, pada saat jatuh tempo atau jangka waktu tersebut selesai, Anda akan menerima keseluruhan uang yang telah Anda depositokan beserta bunga yang didapatkan berdasarkan ketetapan bank untuk deposito yang Anda pilih.
Lalu bagaimana jika Anda ingin melanjutkan deposito yang sudah jatuh tempo untuk jangka waktu yang berkelanjutan? Saat ini beberapa bank yang memiliki produk penyimpanan deposito memiliki sistem perpanjangan otomatis atau disebut Automatic Roll Over (ARO) yang dapat Anda pilih. Dengan sistem otomatis tersebut, ketika deposito Anda sudah jatuh tempo, maka uang yang Anda depositokan akan diperpanjang dengan jangka waktu berikutnya. Hal tersebut akan otomatis terus berlaku hingga Anda memutuskan untuk mencairkan deposito yang Anda miliki. Dengan begitu, uang yang Anda depositokan akan terus terakumulasi secara otomatis. Kemudahan inilah yang menjadikan deposito pilihan populer umumnya di kalangan investor pemula.
Apa Saja Jenis-jenis Deposito?
Secara umum, terdapat tiga jenis deposito yang dikenal di Indonesia hingga saat ini. Ketiga jenis deposito tersebut adalah deposito berjangka, sertifikat deposito, serta deposito on call. Ketiga jenis deposito tersebut memiliki karakteristik serta ketentuan yang berbeda.
Deposito Berjangka
Deposito berjangka merupakan jenis deposito dengan jangka waktu tertentu. Penarikan deposito jenis ini hanya dapat dilakukan sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati antara bank dengan nasabah mulai dari 1 hingga 24 bulan. Deposito berjangka diterbitkan untuk atas nama perorangan maupun lembaga. Nantinya, pihak yang tertera pada bilyet tersebut adalah pihak yang dapat mengambil atau mencairkan deposito yang disimpan. Pencairan bunga deposito berjangka dapat dilakukan secara langsung maupun dikreditkan ke rekening yang nasabah tentukan, tentunya setelah dipotong dengan sejumlah pajak yang harus ditanggung.
Sertifikat Deposito
Pada dasarnya sertifikat deposito sama seperti jenis deposito berjangka yang memiliki jangka waktu tertentu. Namun, dalam deposito jenis ini, sertifikat deposito diterbitkan dalam bentuk sertifikat yang tidak mengacu pada perseorangan maupun lembaga tertentu. Sehingga Anda dapat memindahtangankan sertifikat deposito jenis ini kepada siapa pun. Dalam pencairan bunganya, pada deposito jenis ini dapat dilakukan di muka, setiap bulan, ataupun saat jatuh tempo.
Deposito On Call
Berbeda dengan kedua jenis deposito sebelumnya, deposito on call memiliki jangka waktu yang lebih singkat yaitu minimal 7 hari hingga kurang dari 1 bulan. Namun, minimum jumlah uang yang harus disetorkan pun harus dalam jumlah besar, mulai dari 50 juta Rupiah atau bahkan hingga 100 juta Rupiah tergantung ketetapan dari setiap bank. Karena setoran minimum yang tinggi serta jangka waktu yang singkat, besaran suku bunga yang didapatkan dapat dihitung berdasarkan negosiasi antara nasabah dengan bank.
Keuntungan Deposito
Deposito memiliki berbagai keuntungan dan kelebihan jika dibandingkan dengan produk tabungan biasa. Salah satunya adalah suku bunga deposito yang lebih tinggi dan kompetitif dibandingkan tabungan biasa. Selain itu, karena dijamin oleh LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan, menjadikan deposito pilihan yang relatif aman dan minim risiko. LPS menjamin dana setiap nasabah dengan jumlah hingga 2 miliar Rupiah dengan suku bunga maksimal 7,5% di setiap bank apabila bank tempat Anda menyimpan deposito mengalami kebangkrutan. Namun, pastikan bank tempat Anda mendepositokan uang Anda telah terdaftar dalam LPS agar deposito Anda mendapatkan jaminan tersebut. Tidak hanya itu, relatif mudahnya syarat yang harus dipenuhi oleh nasabah untuk mendapatkan deposito menjadikan deposito populer dipilih sebagai cara menyimpan dana dalam jangka waktu tertentu.
Tips dalam Memilih Deposito
Sebelum Anda memutuskan untuk mendepositokan uang Anda, sebaiknya pertimbangkan beberapa hal dalam menentukan bank yang akan Anda pilih. Salah satu pertimbangan utama dalam memilih bank untuk deposito adalah pastikan reputasi serta kinerja bank tersebut baik dan terpercaya. Pastikan bank tersebut memenuhi standar kualifikasi yang ditetapkan oleh Bank Indonesia, serta memiliki keuangan yang sehat sehingga deposito yang Anda simpan dapat lebih aman dan minim dari risiko. Selain itu, pastikan suku bunga yang ditawarkan bank masih dalam batas yang dijamin LPS yaitu maksimum bervariasi antara 3,5% - 4,25%.
Risiko
Deposito memiliki risiko risiko yang mungkin terjadi, antara lain:
- Bunga relatif lebih kecil dibandingkan investasi sektor riil: Bunga yang diberikan deposito biasanya lebih rendah dibandingkan dengan investasi di sektor riil seperti properti atau saham.
- Uang tertahan di bank sampai jatuh tempo: Dana yang disimpan dalam deposito tidak dapat ditarik sebelum jatuh tempo tanpa dikenakan penalti.
- Pajak bunga deposito cukup besar: Bunga deposito dikenakan pajak yang cukup besar, sehingga mengurangi keuntungan yang Anda dapatkan.
- Biaya administrasi: Beberapa bank mengenakan biaya administrasi untuk produk deposito, yang dapat mengurangi keuntungan Anda.