
Perang adalah tragedi kemanusiaan yang tak pernah lekang oleh waktu. Ironisnya, perang juga merupakan salah satu aktivitas paling mahal yang pernah diciptakan manusia. Bahkan dalam dunia anime, penggambaran perang seringkali dihadapkan pada kendala biaya produksi. Anime bertema perang menuntut adegan aksi yang intens dan spektakuler, sementara animasi skala besar seperti itu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu, anime perang tergolong langka dibandingkan dengan genre lain yang tidak mengutamakan aksi dan efek visual yang rumit.
Meskipun demikian, genre ini menawarkan banyak mahakarya yang mampu memuaskan hasrat penonton akan aksi, strategi, dan drama yang menegangkan. Namun, anime perang terbaik bukanlah yang sekedar memuliakan kekerasan. Anime-anime terbaik dalam genre ini justru menampilkan kisah-kisah humanis yang menggambarkan betapa sia-sianya perang. Banyak nyawa terkorban tanpa alasan yang jelas, demi sebuah “kebaikan bersama” yang seringkali subjektif. Menyampaikan pesan mendalam tentang perang memang bukan perkara mudah, namun anime-anime perang terbaik berhasil menyoroti aspek ini dengan brilian. Yuk, simak daftarnya!
1. Crest Of The Stars (1999)
Crest of the Stars mengisahkan dominasi Kekaisaran Abh, sebuah ras humanoid dengan teknologi canggih yang menguasai umat manusia. Dihadapkan pada penindasan ini, umat manusia bersatu membentuk Aliansi Empat Negara untuk melawan Kekaisaran Abh yang kejam. Jinto Linn, sang protagonis, adalah seorang pemuda yang terjebak dalam konflik ini. Ayahnya, demi kedudukan, menyerahkan tanah air mereka kepada Kekaisaran Abh.
Jinto dan Lafiel, seorang putri Abh yang menjadi rekannya, terseret dalam pusaran perang antara Aliansi Empat Negara dan Kekaisaran Abh. Perang ini akan menentukan nasib umat manusia dan menjadi penentu apakah mereka mampu membebaskan diri dari cengkeraman Kekaisaran Abh untuk selamanya.
2. Violet Evergarden (2018)
Violet Evergarden merupakan rekomendasi yang agak berbeda, karena kisahnya berlatar setelah berakhirnya Perang Besar sehingga tidak termasuk dalam kategori anime perang konvensional. Namun, anime ini menjelajahi dampak dan kehancuran akibat perang, melalui kisah-kisah pribadi yang menyentuh hati dan mengungkapkan berbagai tema klasik yang sering ditemukan dalam cerita-cerita perang.
Lebih dari itu, Violet Evergarden adalah sebuah mahakarya dengan animasi yang memukau, latar cerita yang imersif, dan protagonis unik yang mengalami perkembangan karakter yang signifikan sepanjang seri. Sejak kecil, Violet dilatih menjadi prajurit cilik dan telah menyaksikan banyak kekejaman serta tragedi selama Perang Besar. Kini, setelah “perdamaian” terwujud, ia harus menemukan jati diri dan makna hidupnya di dunia yang baru.
3. Nier: Automata Ver1.1a (2023)
Diadaptasi dari mahakarya fiksi ilmiah Yoko Taro, Nier: Automata Ver1.1a berhasil menerjemahkan karakterisasi yang kompleks dan struktur cerita yang unik dari materi aslinya, sekaligus menyampaikan pesan tentang kesia-siaan perang. Berlatar di masa depan yang jauh, Bumi yang telah ditinggalkan menjadi medan pertempuran abadi antara Mesin alien dan Android yang berjuang untuk melindungi planet asal umat manusia.
Nier: Automata Ver1.1a memiliki struktur narasi non-linear yang terkadang cukup rumit dan membingungkan. Namun, keunggulan anime ini terletak pada penulisan cerita, tema yang mendalam, dan karakter-karakter yang menarik, diperkuat dengan animasi dan musik berkualitas tinggi. Meskipun Musim 2 menunjukkan peningkatan yang signifikan, kedua musim saling melengkapi dan sebaiknya ditonton secara berurutan untuk memahami kisah secara utuh.
4. Tengen Toppa Gurren Lagann (2007)
Dikembangkan oleh Gainax, studio ternama di balik Neon Genesis Evangelion, Gurren Lagann adalah bukti nyata keseriusan mereka dalam menghasilkan anianimeme berkualitas. Anime ini menceritakan kisah perang fiksi ilmiah yang epik dengan penuh semangat. Pada intinya, Gurren Lagann mengisahkan pemberontakan umat manusia yang tertindas dan diperbudak di Bumi melawan ras alien penjajah. Kamina dan Simon, dua saudara seperjuangan, memimpin pemberontakan ini dengan tekad membara untuk memperjuangkan kebebasan dan kemenangan. Bersama rekan-rekan mereka, mereka menantang alam semesta dengan kekuatan mekanisme luar biasa dan semangat juangnya sebagai ras manusia.
Dengan visual yang menakjubkan dan karakter-karakter ikonik yang penuh karisma, Gurren Lagann adalah sebuah mahakarya fiksi ilmiah yang menyentuh hati. Anime ini mengangkat tema-tema universal tentang perang, persahabatan, dan keberanian. Meskipun demikian, serial ini kemungkinan besar akan lebih menarik bagi para penggemar genre mecha.
5. Mobile Suit Gundam (1979)
Franchise Mobile Suit Gundam menawarkan kekayaan anime bertema perang fiksi ilmiah dengan mecha raksasa yang ikonik. Setiap seri Gundam menghadirkan konflik yang berbeda, namun Gundam Seed dan sekuelnya, Destiny, menonjol dengan tema politik dan filosofis yang mendalam.
Pada dasarnya, sebagian besar perang dalam seri Gundam berakar pada intrik politik. Konflik-konflik tersebut dipicu oleh geopolitik yang rumit, yang kemudian menjadi latar belakang bagi para protagonis untuk menunggangi mecha biru-putih andalan mereka dan bertempur mempertahankan ideal mereka.
6. Barefoot Gen (1983)
Barefoot Gen dikenal luas karena adegan yang menggambarkan dengan sangat jelas ledakan bom atom di Hiroshima. Adegan tersebut menampilkan kengerian perang dengan gamblang, di mana banyak orang terbakar hidup-hidup dan kehancuran yang luar biasa terjadi. Penggambaran yang visceral ini berhasil menunjukkan kekejaman pemboman tersebut yang menghancurkan kota dan memusnahkan sebagian besar penduduknya.
Yang lebih memilukan adalah kisah ini diceritakan melalui sudut pandang seorang anak kecil yang tidak berdosa. Seharusnya, anak-anak terlindungi dari kekejaman perang. Namun dalam Barefoot Gen, kita menyaksikan bagaimana kehidupan seorang anak laki-laki berubah drastis ketika keluarganya menjadi korban bom atom. Barefoot Gen memberikan gambaran yang kuat tentang penderitaan akibat perang dan bagaimana orang-orang yang tidak berdosa harus menanggung akibat dari perbuatan orang dewasa.
7. Jormungand (2012)
Jormungand mengangkat berbagai isu kontroversial yang relevan dengan dunia kontemporer. Jonah, sang protagonis, adalah seorang mantan tentara anak yang menjadi pengawal bagi seorang pedagang senjata ilegal yang idealis. Sang pedagang senjata memiliki visi untuk menciptakan perdamaian dunia, sebuah ironisme yang menarik untuk ditelusuri.
Anime ini dengan cerdas menjelajahi perdebatan seputar perdamaian dan konflik, serta mengungkap kompleksitas karakter-karakternya yang memiliki latar belakang konflik modern. Jormungand adalah sebuah anime unik yang berani menampilkan realitas keras dunia kontemporer, tanpa meninggalkan unsur fantasi yang menarik.
8. Macross Frontier (2008)
Macross Frontier menawarkan perpaduan menarik antara Gurren Lagann dan Mobile Suit Gundam. Dalam anime ini, umat manusia terpaksa mengungsi ke kota-kota luar angkasa buatan bernama Macross Frontier setelah Bumi ditaklukkan oleh ras alien. Ketika manusia mulai menikmati kedamaian semu di pengasingan, sebuah ancaman baru muncul mengancam eksistensi mereka.
Di tengah sebuah konser di Macross Frontier, serangan mendadak dari robot alien yang misterius membangkitkan kembali semangat juag umat manusia. Beruntung, mereka memiliki seorang pilot dan pejuang ace bernama Alto yang siap bertempur mempertahankan kelangsungan hidup mereka.
9. Attack On Titan (2013)
Attack on Titan berlatar di sebuah dunia fantasi unik yang menyerupai perpaduan antara era Victoria dan Zaman Industri. Di dunia ini, manusia hidup dalam bayang-bayang ancaman raksasa yang berkeliaran di benua tersebut. Tiga musim pertama anime ini mengisahkan perjuangan umat manusia untuk bertahan hidup melawan serangan para raksasa.
Namun setelah itu, Attack on Titan bertransformasi menjadi sebuah epik perang yang sesungguhnya lengkap dengan bom, zeppelin, dan senjata otomatis. Salah satu daya tarik utama anime ini adalah ketidakpastiannya, baik dalam hal alur cerita yang penuh kejutan maupun perkembangan karakter yang dinamis terutama Eren Yeager. Meskipun awalnya terkesan sebagai narasi “manusia melawan monster” yang khas, Attack on Titan berkembang dengan brilian di setiap musimnya. Anime ini menjelajahi dilema politik, sosial, dan etika yang kompleks, menghindari penggambaran moralitas hitam-putih yang sederhana.
10. Code Geass (2006)
Code Geass menyajikan sebuah realitas alternatif di mana Kerajaan Inggris berhasil menaklukkan seluruh dunia, termasuk Jepang. Lelouch, seorang bangsawan Inggris yang juga pewaris tahta, tumbuh besar di Jepang dan secara tak terduga memperoleh kekuatan Geass. Kekuatan ini memungkinkan Lelouch untuk menghipnotis orang lain melalui tatapannya.
Didorong oleh kekuatan barunya dan kebencian yang mendalam terhadap negaranya sendiri, Lelouch bertekad untuk membebaskan Jepang dan menantang kekuasaan ayahnya, sang Kaisar. Dengan kejeniusan taktiknya dan kekuatan Geass, Lelouch meraih kemenangan demi kemenangan. Ambisinya pun semakin besar dan ia mulai memimpikan perdamaian dunia.
11. 86 Eighty-Six (2021)
Anime mecha memang memiliki daya tarik yang spesifik dan terkadang sulit dinikmati oleh penonton yang tidak terbiasa dengan genre robot raksasa. Namun, 86 adalah sebuah perkecualian. Anime ini menawarkan lebih dari sekadar pertarungan robot dan mampu memikat hati para penonton di luar basis penggemar mecha.
86 diadaptasi dengan sangat baik dari materi sumbernya, dengan ritme cerita yang terjaga dan peningkatan kualitas yang signifikan. Eksplorasi tema dalam plot dilakukan dengan apik menghasilkan tontonan yang menarik dan merangsang pemikiran. Tidak mengherankan jika 86 dianggap sebagai permata tersembunyi yang layak mendapatkan lebih banyak apresiasi.
12. Grave Of The Fireflies (1988)
Studio Ghibli telah menorehkan reputasi gemilang di industri animasi berkat kemampuannya dalam menciptakan visual yang unik dan dunia yang penuh warna. Meskipun sering dikaitkan dengan film untuk segala usia, Studio Ghibli juga mampu menghasilkan karya dengan tema yang lebih dewasa seperti yang ditunjukkan oleh Grave of the Fireflies.
Film ini mengisahkan perjuangan memilukan dua yatim piatu di tengah kekejaman perang setelah kehilangan ibu mereka. Dengan penceritaan yang mahir dan atmosfer tragis yang kental, Grave of the Fireflies secara efektif menggambarkan dampak perang terhadap orang-orang tak berdosa yang terjebak dalam situasi yang menyakitkan.
13. Vinland Saga (2019)
Vinland Saga menempati posisi unik di antara anime perang, bahkan di antara anime secara keseluruhan. Anime ini memilih latar Zaman Kegelapan atau Zaman Viking, sebuah periode yang jarang dieksplorasi dalam animasi Jepang. Setelah runtuhnya Kekaisaran Romawi, terjadi perebutan kekuasaan di Eropa dan Viking adalah salah satu kelompok yang paling ditakuti.
Di pusat konflik ini adalah Thorfinn, putra Thors sang Legenda yang dibunuh oleh seorang Viking tentara bayaran yang licik. Tragisnya, Thorfinn kemudian “diadopsi” oleh pembunuh ayahnya dan bergabung dengan pasukan Viking tersebut. Anime ini menjelajahi dinamika hubungan yang kompleks antara Thorfinn dan pembunuh ayahnya, serta intrik politik dan perang yang mewarnai salah satu periode paling kacau dalam sejarah Skandinavia.
14. Kingdom (2012)
Bagi yang mencari anime tentang era Tiga Kerajaan Tiongkok, Kingdom mungkin bukan pilihan yang tepat. Anime ini mengisahkan periode sebelumnya dalam sejarah Tiongkok (sekitar 476 SM hingga 221 SM) sebuah masa yang penuh gejolak dan perang. Periode ini sangat penting karena mengakhiri perpecahan dan mengantarkan penyatuan Tiongkok, meskipun hanya untuk waktu yang terbatas. Kingdom mengikuti perjalanan dua anak yatim piatu yang bercita-cita menjadi jenderal di tengah kekacauan dan konflik yang berkepanjangan. Anime ini diadaptasi dari materi sumber yang kaya dan menampilkan pertempuran besar yang menggambarkan keganasan pada masa itu.
Kingdom memiliki awal yang kurang mengesankan karena animasi CG-nya yang terkesan kaku dan buruk terutama di musim pertama. Meskipun musim berikutnya menunjukkan peningkatan, kualitas animasi baru benar-benar matang di musim 4 dan 5. Namun, kekurangan di sisi visual tertutupi dengan kualitas penulisan cerita yang brilian sejak awal. Dalam hal skala dan kemegahan pertempuran, Kingdom dapat dikatakan sebagai anime perang terbaik, khususnya bagi para penonton yang menyukai latar sejarah.
15. Legend Of The Galactic Heroes (1988)
Legend of the Galactic Heroes adalah pilihan ideal bagi para penikmat anime perang fiksi ilmiah dengan durasi panjang. Anime ini tayang selama hampir satu dekade dan mengalami peningkatan kualitas animasi yang signifikan sepanjang penayangannya. Legend of the Galactic Heroes menceritakan pertempuran klasik antara sebuah kekaisaran yang diktator dengan aliansi rakyat yang mendambakan kebebasan, dibalut dalam nuansa opera luar angkasa dengan kapal perang raksasa dan sinar laser.
Anime ini mengambil inspirasi dari berbagai tokoh sejarah, seperti sosok yang ditolak universitas seni namun memicu Perang Dunia 2, Frederick Agung, para pemain kekuasaan dinasti Qing, bahkan Alexander Agung. Tak heran, Legend of the Galactic Heroes memberikan penekanan kuat pada strategi dan taktik perang yang terinspirasi oleh para tokoh tersebut. Meskipun terkadang terasa panjang dan melelahkan, seri OVA asli tahun 1988 menawarkan dialog yang kaya dan penuh makna, sementara adegan pertempuran yang spektakuler lebih sedikit. Alur cerita berjalan dengan tempo yang perlahan namun disengaja, menekankan pada intrik politik di balik konflik. Secara keseluruhan, Legend of the Galactic Heroes adalah sebuah mahakarya yang dieksekusi dengan sangat baik.