15 Manhwa Historical Paling Seru

15 Manhwa Historical Paling Seru
Dungeons & Artifacts

Dahulu, menemukan volume manga terbilang sulit, dan belum tentu tersedia dalam berbagai bahasa. Namun kini, berbagai komik terbaik dapat dengan mudah ditemukan di toko maupun platform online, dan pembaca memiliki lebih banyak pilihan dalam menikmati komik, termasuk komik Korea yang dikenal sebagai manhwa.

Manhwa dapat menawarkan perspektif baru dalam genre klasik, terutama genre historis. Manhwa sejarah dapat menampilkan berbagai hal menarik, mulai dari pendalaman budaya Korea hingga kisah yang berlatar di masa lalu dengan alur cerita yang dramatis dan karakter-karakter yang menarik. Jika kamu mencari dengan seksama, kamu pasti akan menemukan manhwa historical atau sejarah yang sangat berkualitas. Yuk, langsung saja simak daftarnya!


1. Myst, Might, Mayhem (2024)

Myst, Might, Mayhem (2024)

Merekomendasikan Myst, Might, Mayhem sebagai salah satu manhwa sejarah terbaik mungkin terlalu dini, mengingat manhwa ini masih tergolong baru. Selalu ada kemungkinan alur ceritanya akan berubah secara drastis. Namun, Hanjung Wolya telah terbukti mampu menulis novel web bergenre aksi yang kuat, yang beberapa di antaranya telah diadaptasi menjadi manhwa populer sejak tahun 2020. Oleh karena itu, adaptasi terbaru dari karyanya ini mendapat sambutan yang positif dari para kritikus.

Myst, Might, Mayhem mengusung cerita yang mirip dengan “Pangeran dan Orang Miskin”, namun dengan twist yang menarik. “Orang Miskin” dalam manhwa ini adalah Jeong, seorang pembunuh berantai yang dijuluki “Sabit Pembantaian”. Mok Gyeongwoon pemimpin ketiga Mok Sword Manor menawarkan kebebasan kepada Jeong dengan syarat ia harus menggantikan posisi Mok. Jeong pun setuju dan kemudian membunuh Mok untuk mengambil alih identitas dan posisinya di Mok Sword Manor. Namun, berapa lama ia dapat menyembunyikan kebenaran tersebut? Kehidupan di Mok Sword Manor mungkin tidak semudah yang dibayangkan.


2. The Unwelcome Guests Of House Fildette (2021)

The Unwelcome Guests Of House Fildette

Masalah yang sering ditemukan dalam manhwa sejarah adalah penggunaan latar yang itu-itu saja, seperti dunia Eropa Abad Pertengahan, istana bangsawan abad ke-19, dan sebagainya. The Unwelcome Guests of House Fildette menawarkan sesuatu yang sedikit berbeda dengan menampilkan kisah tentang keluarga bangsawan di awal abad ke-20. Namun, fokus utamanya bukanlah intrik politik, melainkan drama keluarga.

Kehidupan Hayden Fildette bersama orang tuanya, Pangeran dan Putri Fildette, dulunya bahagia dan tenang. Namun, kedatangan seseorang dari masa lalu ayahnya mengubah segalanya. Hayden dipertemukan dengan saudara tiri yang tidak pernah ia kenal sebelumnya. Posisinya sebagai pewaris keluarga pun terancam. Hayden lebih mengkhawatirkan dampak dari peristiwa ini terhadap keluarganya. Akankah mereka tetap bersatu, atau justru hancur berantakan? Masa depan keluarga Fildette menjadi tidak pasti.


3. Joseon’s Ban On Marriage (2019)

Joseon’s Ban On Marriage

Banyak adat istiadat, budaya, praktik keagamaan, dan bahasa tradisional Korea berasal dari Dinasti Joseon. Berlangsung dari tahun 1392 hingga 1897, dinasti ini mengalami masa-masa kejayaan dan kemunduran mulai dari perkembangan budaya yang pesat hingga tirani isolasionis seperti yang digambarkan dalam My Royal Awakening. Joseon’s Ban on Marriage menawarkan kisah fiksi yang lebih ringan, namun tetap menampilkan konflik dan intrik yang menarik di era Joseon. Raja Lee Heon, yang masih berduka atas kematian istrinya, mengeluarkan dekrit yang melarang pernikahan di kerajaannya hingga ia menikah lagi. Akibatnya, terjadi stagnasi pernikahan selama tujuh tahun.

Ye So-Rang memanfaatkan situasi ini untuk menjalankan penipuan berkedok bimbingan pernikahan. Namun, ia tertangkap dan dipenjara. Untuk membebaskan diri, ia berpura-pura dirasuki oleh arwah mendiang Putri Mahkota. Triknya berhasil, dan ia pun dipertemukan dengan Raja. Namun, jika kebohongannya terbongkar, ia akan mengalami nasib yang buruk. Joseon’s Ban on Marriage diadaptasi dari sebuah novel web dan juga telah diadaptasi menjadi serial drama live action berjudul The Forbidden Marriage.


4. The Blue Guardian Of The Princess (2019)

The Blue Guardian Of The Princess

Jika kamu mencari manhwa sejarah dengan tema dewasa yang tidak terlalu vulgar, The Blue Guardian of the Princess adalah pilihan yang tepat. Manhwa ini menawarkan kisah penuh intrik politik dan romansa yang tak terduga. Setelah kematian adik laki-lakinya, Putri Yeong-Myung diasingkan bersama ibunya, Ibu Suri In-Mok Daebi, ke sebuah istana yang jauh dari pusat pemerintahan.

Sang Putri harus menghadapi berbagai ancaman, mulai dari konspirasi yang direncanakan oleh Kim Gae-shi, istri Kaisar, hingga kemunculan seekor makhluk mitos yang mengancam kerajaan. Di tengah situasi yang sulit tersebut ia mendapatkan bantuan dari sosok yang tak terduga yaitu Raja Goblin. Sang Raja Goblin bersumpah untuk melindungi sang Putri dari semua bahaya. Bersama-sama, mereka berusaha mengungkap intrik politik dan menyelamatkan kerajaan.


5. Your Throne (2020)

Your Throne

Saat ini, semakin banyak manhwa yang mengusung tema sejarah. Namun, kata kunci “sejarah” seringkali masih mengarah pada cerita isekai atau fantasi bertema sejarah, bukan latar sejarah yang sebenarnya. Misalnya, Your Throne menggunakan nama Kekaisaran Vasilios yang diambil dari kaisar-kaisar Kekaisaran Bizantium, namun estetika visualnya lebih mirip dengan perpaduan antara Era Victoria dan Fire Emblem.

Tema Yunani juga tercermin dalam nama-nama karakternya. Medea Solon yang licik bertukar tubuh dengan Putri Mahkota Psyche Callisto yang populer. Dengan begitu, Medea dapat mengambil alih kekuasaan dan menjalankan kekaisaran bersama Putra Mahkota Eros Orna Vasilios. Psyche berencana untuk merebut kembali posisinya. Untuk melakukan itu, ia harus belajar untuk menjadi secerdik Medea dan memahami kehidupan rakyatnya yang sebenarnya.


6. Black Corporation: Joseon (2023)

Black Corporation

My Royal Awakening mengisahkan seorang pria yang terlempar ke Dinasti Joseon pada masa pemerintahan Raja Yeongsan yang kejam. Sementara itu, Black Corporation: Joseon menceritakan Jinho, seorang pria yang terobsesi dengan teknologi militer dan estetika steampunk yang terlempar ke masa pemerintahan Raja Sejong yang Agung, kakek buyut dari Raja Yeongsan. Raja Sejong dikenal sebagai pencipta Hangul, sistem penulisan Korea, dan pelopor kemajuan sains dan teknologi. Masa pemerintahannya dianggap sebagai Zaman Keemasan dalam sejarah Korea.

Meskipun demikian, Raja Sejong memerintah pada tahun 1400-an, suatu masa yang jauh lebih sulit dibandingkan dengan kehidupan modern. Terlahir kembali sebagai Lee Hyang, putra Raja Sejong yang berusia 6 tahun, Jinho bertekad untuk memajukan pemerintahan ayahnya lebih jauh lagi. Namun, ketika ia melihat banyak orang yang tertindas, ia pun berpikir untuk memajukan masyarakat juga. Tentu saja, ia harus berhati-hati dengan adik laki-lakinya, Sejo, yang memiliki ambisi tersembunyi.


7. The Fantasie Of A Stepmother (2019)

The Fantasie Of A Stepmother (2019)

The Fantasie of a Stepmother juga dikenal dengan judul A Stepmother’s Marchen mengisahkan tentang kesempatan kedua dalam hidup. Shuli yang dijuluki “Janda Besi” menikah dengan Marquess Johannes Von Neuschwanstein ketika usianya tidak jauh lebih tua dari Jeremy, putra tertua Marquess. Setelah Marquess meninggal, Shuli harus mengurus rumah tangga, menjalankan tugas sebagai istri Marquess, dan merawat 4 anak tirinya yang tidak mempercayainya.

Selama 7 tahun, Shuli berjuang untuk merawat anak-anak tirinya dengan harapan Jeremy akan menggantikan posisi ayahnya setelah menikah. Namun, sebuah kecelakaan membawanya kembali ke masa lalu beberapa jam setelah kematian suaminya. Dengan ingatan yang masih utuh, Shuli bertekad untuk memperbaiki hubungannya dengan anak-anak tirinya dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.


8. Mujang (2012)

Mujang

Sebelum Dinasti Joseon, ada Kerajaan Goryeo yang menyatukan kerajaan-kerajaan di semenanjung Korea yaitu Goguryeo, Baekjae, Silla, dan Gaya. Nama “Korea” sendiri berasal dari nama “Goryeo” yang sering diromanisasi menjadi “Koryo”. Namun, penyatuan tersebut tidak selalu berjalan dengan damai, seperti yang digambarkan dalam manhwa Mujang. Manhwa ini mengisahkan Kwon, seorang anak yatim piatu yang dibesarkan sebagai budak bersama kakak laki-lakinya.

Ketika kakaknya terbunuh, Kwon kehilangan satu-satunya keluarga yang ia miliki dan dipenuhi dengan semangat balas dendam. Ia berusaha keras untuk menjadi lebih kuat dengan berlatih seni bela diri dan mempelajari taktik militer hingga akhirnya menjadi salah satu jenderal terkuat di masanya. Mujang adalah kisah balas dendam yang lugas namun menarik, di mana Kwon terlibat dalam berbagai konspirasi dan upaya kudeta.


9. The Red Sleeve (2021)

The Red Sleeve (2021)

Para penggemar novel ringan, manga, atau anime seperti The Apothecary Diaries pasti akan menyukai The Red Sleeve yang juga mengisahkan seorang gadis tangguh yang berjuang untuk hidup di lingkungan istana kerajaan. Deokim adalah seorang pelayan istana yang cerdas dan suka mengisengi rekan-rekan kerjanya. Di samping itu, ia juga menerjemahkan teks untuk membantu menghidupi keluarganya. Kabar tentang kemampuan berbahasanya pun sampai ke telinga ratu dan putra mahkota.

Kecerdasan Deokim dapat menjadikannya aset berharga di istana. Namun, jika tidak berhati-hati, ia dapat terjerat dalam intrik politik dan menjadi musuh kerajaan. Menjaga keluarga kerajaan tetap senang adalah hal yang sangat penting dan tidak mudah, terlebih lagi ketika putra mahkota terlibat. Dikenal sebagai “goblin” di kalangan para selir, putra mahkota adalah seorang politikus yang cerdik, sama seperti Deokim yang cerdas dalam bidang sastra. Ia akan memanfaatkan kemampuannya untuk mencapai tujuannya.


10. Whale Star: The Gyeongseong Mermaid (2019)

Whale Star The Gyeongseong Mermaid (2019)

House Fildette dan Your Throne memang merupakan manhwa dengan latar sejarah yang menarik. Namun, tema sejarah dalam manhwa tidak terlalu unik. Ada banyak cerita isekai, reinkarnasi, dan drama domestik dengan tema sejarah di seluruh dunia. Yang membuat Whale Star: The Gyeongseong Mermaid istimewa adalah keunikan ceritanya. Manhwa ini bahkan telah diadaptasi menjadi drama TV live action. Berlatar di Korea pada tahun 1926 saat masa penjajahan Jepang, manhwa ini mengisahkan Su-Ah, seorang pembantu yang buta huruf yang bekerja pada sebuah keluarga pro-Jepang.

Kehidupan Su-Ah berubah ketika ia menemukan seorang pria terdampar di pantai. Ia merawat pria tersebut hingga pulih dan mengetahui namanya adalah Ui-Hyeon. Mereka pun menjadi dekat. Ui-Hyeon bahkan menceritakan dongeng Putri Duyung Kecil kepadanya. Namun, kemudian terungkap bahwa Ui-Hyeon adalah bagian dari gerakan perlawanan Korea yang berjuang untuk membebaskan Korea dari penjajahan Jepang. Seperti putri duyung dalam dongeng, Su-Ah harus memilih antara kehidupan yang nyaman atau bergabung dalam perjuangan yang mulia.


11. The Tale Of Goldiluck, The Black Kitten (2020)

The Tale Of Goldiluck, The Black Kitten

Cerita tentang “seseorang dan kucingnya” ternyata sangat populer. Di Barat, ada komik Garfield yang terkenal. Di Jepang, ada manga A Man and His Cat dan novel I Am a Cat karya Natsume Sōseki. Cerita-cerita slice of life yang menampilkan kucing ini memiliki alur yang sederhana dan mudah dipahami, baik yang bernada manis maupun yang sinis. Cerita-cerita tersebut sangat relatable bagi siapa pun yang pernah merawat kucing.

Hal yang sama juga terjadi di Korea, seperti yang ditunjukkan oleh manhwa The Tale of Goldiluck, The Black Kitten. Berlatar di era Dinasti Joseon, manhwa ini mengisahkan seekor anak kucing hitam yang diperlakukan dengan buruk oleh masyarakat karena dianggap membawa sial. Namun, anak kucing tersebut kemudian dirawat oleh seorang cendekiawan muda yang baik hati. Meskipun sakit-sakitan, ia berusaha keras untuk merawat anak kucing yang lincah itu. Jika kamu mencari manhwa yang sederhana dan menggemaskan, The Tale of Goldiluck, The Black Kitten adalah pilihan yang tepat.


12. Paljae, Child of Winter (2021)

Paljae, Child of Winter (2021)

Sayangnya, manhwa Paljae, Child of Winter saat ini sedang hiatus dan belum tamat. Namun, bagian yang telah dirilis menawarkan kisah fantasi yang menarik tentang ingatan yang kabur dan upaya menemukan kembali masa lalu yang hilang. Manhwa ini mengisahkan Paljae, seorang anak yang ditemukan terdampar di sebuah pulau di ujung dunia dan diasuh oleh seorang pertapa buta misterius bernama Munryeong.

Munryeong adalah sosok yang keras terhadap Paljae, namun ia sangat menyayangi dan melindunginya. Ketika iklim yang hangat membuat Paljae sakit, Munryeong membawanya ke utara agar ia dapat pulih. Dalam perjalanan tersebut, Paljae belajar banyak hal tentang manusia, cara mengungkapkan emosi dan menemukan berbagai pemandangan baru yang entah mengapa terasa familiar. Seiring berjalannya cerita, Paljae menyadari bahwa ia memiliki masa lalu yang harus ia ingat kembali, dan bahwa ia memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Munryeong daripada yang ia kira.


13. Bring the Love (2019)

Bring the Love (2019)

Zestkyo terkenal dengan karya-karya bergenre boys love seperti Reddish dan Black Dog Slave Prince. Manhwa yang disebut terakhir bahkan mengusung tema sejarah dengan latar Polandia di Abad Pertengahan. Meskipun kedua manhwa tersebut cukup populer di kalangan pencinta yaoi, namun karya Zestkyo yang bertema heteronormatif, Bring the Love, justru lebih banyak mendapatkan pujian. Manhwa ini tersedia di berbagai platform dalam bahasa Inggris dan mendapat sambutan hangat dari para penggemar maupun kritikus. Hal ini kemungkinan besar karena Bring the Love menawarkan kisah yang lebih dari sekadar pertemuan cinta yang klise.

Pada abad ke-13, Leah Hildebrandt adalah salah satu bangsawan paling populer di negaranya karena kecantikan dan kepribadiannya yang baik. Namun, ia kesulitan menemukan pasangan hidup yang cocok. Setelah kakak laki-lakinya Rihit hilang dan diduga meninggal serta ayahnya wafat, Leah harus mencari seorang pria yang tepat untuk dinikahi demi mempertahankan status kebangsawanan keluarganya. Pernikahan tersebut awalnya direncanakan sebagai pernikahan kontrak, namun takdir mungkin saja membawa mereka pada kisah cinta yang sesungguhnya.


14. Baroness Goes On Strike (2021)

Baroness Goes On Strike (2021)

Baroness Goes on Strike berlatar di sebuah negeri fantasi bertema Eropa dan mengusung tema reinkarnasi yang tengah populer setelah maraknya cerita isekai. Dalam kehidupan pertamanya, Countess Cassia Ruberno diperintahkan oleh Kaisar Simone untuk menikahi Baron Zester dari Greze, seorang tentara bayaran yang diangkat menjadi bangsawan karena jasanya dalam perang. Setelah sepuluh tahun berjuang untuk mengurus wilayah kekuasaan Zester sendirian, Cassia meninggal karena penyakit yang tidak dapat disembuhkan.

Namun, kematiannya membawanya kembali ke masa 10 tahun yang lalu, tepat pada hari ia bertemu dengan Zester. Mendapatkan kesempatan kedua dalam hidup, ia menentang perintah Kaisar dan memilih untuk hidup sendiri tanpa beban daripada menikahi Baron. Meskipun Cassia telah memilih jalan hidup yang baru, Zester tetap berusaha untuk mendekati dan merayunya. Seperti halnya film Peggy Sue Got Married dalam versi manhwa, mungkin kehidupan kedua ini akan memberikan kebahagiaan bagi Cassia dan Zester.


15. Elixir Of The Sun (2020)

Elixir Of The Sun (2020)

The Elixir of the Sun berlatar di sebuah dunia fantasi yang terinspirasi dari Korea kuno, bukan Eropa Abad Pertengahan seperti kebanyakan manhwa sejarah lainnya. Manhwa ini mengisahkan Bayan, seorang anggota klan Siyo. Klan Siyo dikenal dengan kemampuan mereka dalam menyembuhkan penyakit, namun Bayan tidak mewarisi kemampuan tersebut. Untuk menyingkirkannya, klan Siyo mengirim Bayan ke istana Dhan, Kaisar Matahari Agung.

Namun, tugas ini bukanlah sebuah kehormatan, melainkan sebuah hukuman mati. Dhan menderita gangguan mental yang membuatnya sering mengamuk dan membantai para selirnya. Bayan adalah target berikutnya. Akan tetapi, ada sesuatu dalam diri Bayan yang mampu menenangkan Dhan. Melalui berbagai pertemuan di antara mereka, beberapa di antaranya bersifat dewasa, mereka menemukan bahwa Bayan mungkin memiliki kemampuan penyembuhan yang lebih besar daripada yang mereka sadari.


Manhwa-manhwa sejarah tersebut menawarkan petualangan menarik ke berbagai latar waktu dan tempat, mulai dari intrik politik di istana kerajaan hingga perjuangan melawan penjajah. Dengan visualisasi yang indah dan alur cerita yang epik, manhwa-manhwa ini mampu membawa pembaca larut dalam suasana masa lalu dan merasakan berbagai emosi para tokohnya. Tidak hanya menghibur, manhwa-manhwa sejarah tersebut juga memberikan wawasan tentang berbagai peristiwa dan budaya di masa lampau.

Lebih baru Lebih lama